Free Mustache Black Glitter - Diagonal Resize 1 Cursors at www.totallyfreecursors.com

Jumat, 26 September 2014

Dialog Imajinatif

Suatu siang yang terik, Goldy berjalan menyusuri taman kota. Uang persediaan untuk bulan ini sudah habis. Hanya 5 ribu uang yang ia punya sekarang, tidak cukup untuk makan bersama istri dan kedua anaknya. Beberapa bulan yang lalu Godly terkena PHK dan sampai saat ini susah sekali mencari pekerjaan. Setelah mengitari taman cukup lama, ia memperhatikan seorang perempuan sedang menikmati makan siang. Perhatian Goldy tertuju pada dompet perempuan itu yang diletakkan di atas meja.


Mata : “Itu! Ada dompet tergeletak di atas meja itu, pemiliknya sedang asik menyantap makanannya dan tidak memperhatikan sekitar.”
Jiwa : “Apa maksudmu mengatakan itu mata?
Mata : “Hei jiwa! Kamu tahu kan pemilik kita sedang kekurangan uang. Aku sudah lelah seharian ini bekerja dengan fokus.”
Kaki : “Ya mata, kamu benar. Aku juga sudah lelah berjalan terus sejak pagi tadi.”
Perut :”Aku juga lelah dan butuh makanan.”
Kaki : “Mata, kamu harus tetap mengawasi dompet dan lingkungan sekitar”
Mata : “Ya, tapi aku butuh tangan. Tangan kamu akan mengambil dompet itu ketika aku memerintahkanmu.”
Tangan : “Iya, Mata aku siap menerima perintah darimu.”
Jiwa : “Hei! Apa sih yang ingin kalian lakukan?”
Mata : “Tentu saja mengambil dompet itu Jiwa.”
Jiwa : “Tuhan tidak mengindahkan perbuatan mencuri!”
Perut : “Tidak untuk saat ini Jiwa, aku benar - benar butuh makan.
Jiwa : “Tidak, tidak! Tidak ingatkah kalian Firman Tuhan mengatakan ‘Jangan mencuri’? Ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan uang.
Tangan : “Kita sudah tidak memiliki harapan lagi Jiwa, susah sekali mencari uang. Aku sudah lelah terus menggenggam surat lamaran ini.”
Jiwa : “Tentu saja masih ada harapan. Tuhan tidak memberikan kita roh ketakutan tetapi roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
Mata : “Perempuan itu akan meninggalkan tempat ini, dia lupa mengambil dompetnya!”
Badan (Tangan, Perut, Kaki)        : “Ayo cepat!”
Jiwa : “Jangan kalian mengambil dompet itu badan!


Goldy segera melangkahkan kakinya, tangannya meraih dompet yang tergeletak diatas meja.


Tangan : “Ayo cepat lari kaki! Sebelum dilihat orang lain!”
Jiwa : “ Jangan kaki, ingat uang ini bukan uang yang halal. Tidak akan menjadi berkat bagi  keluarga pemilik kita.”


Goldy menghentikan langkahnya ketika mendekati perempuan tersebut dan mengembalikan dompet itu. Sang pemilik dompet berterimakasih dan memberikan imbalan juga tawaran kerja karena kejujuran Goldy.


Jiwa : “Lihat, pengharapan itu adalah sauh yang kuat bagi kita. Seharusnya kalian tidak memikirkan untuk mengambil dompet itu sama sekali. Pada akhirnya kebaikan akan mendatangkan suatu keuntungan.  Setidaknya uang yang kamu dapat bisa untuk membeli makanan.”
Badan : "Iya jiwa kamu benar, maafkan kami. Sekarang kami sadar perbuatan mencuri itu tidak baik."
Jiwa : "Iya tidak apa-apa badan, yang penting sekarang kalian sudah sadar bahwa mencari itu perbuatan yang tidak baik. Mulai sekarang kita harus hidup dalam kejujuran."


Goldy merasa bersyukur telah mendengarkan kata hati nuraninya, sekarang uang ini dapat ia gunakan untuk membeli makanan untuk keluarganya dan ia pun kembali bersemangat untuk
melamar pekerjaan. 


Jiwa dan Badan

Jiwa dan Badan

Badan dan jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia.Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia.Selain itu ada juga Monisme, yang artinya aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah.Badan dan jiwa adalah satu subtansik.Keduanya satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia.

Tiga bentuk aliran ini :
* Materialisme
* Teori identitas
* Idealisme


Materialisme = menempatkan materi sbg dasar bagi sgala hal yg ada (fisikalisme).

Teori identitas = menekankan hal berbeda dr materialisme, tp mengakui aktivitas mental manusia. Ini menjadi ciri khas manusia. Letak perbedaan jiwa dan badan hanya pd arti bukan referensi. Badan dan jiwa merupakan dua elemen yg sama.

Idealisme = ada hal yang tidak dapat diterangkan semata berdasarkan materi, seperti, nilai dan makna. Itu hanya punya arti bila dihubungkan dg sesuatu yg imaterial yaitu jiwa. Rene Descartes dengan cogito ergo sumnya menjadi peletak dasar dari idealisme.  

Dualisme adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah.
Terdapat juga empat cabang :

Interaksionisme adalah fokus pada hubungan timbal balik antara badan dan jiwa. Peristiwa mental bis amenyebabkan peristiwa badani dan sebaliknya. 
- Okkasionalisme adalah memasukkan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa. Hubungan peristiwa mental dan fisik bisa terjadi dengan campur tangan ilahi. 
Paralelisme adalah sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia. Dalam diri manusia ada dua peristiwa yang berjalan seiring yaitu peristiwa mental dan fisik, namun satu tidak jadi sumber bagi lainnya.
- Epifenomenalisme adalah melihat hubungan jiwa dan badan dari fungsi syaraf. Satu2nya unsur untuk menyelidiki proses kejiwaan adalah syaraf.
T

Kebebasan

Sebenarnya, menurut saya manusia tidak benar - benar bebas.Mengapa ? 
Karena jika manusia benar - benar dikatakan bebas, maka di dunia ini tidak ada lagi yang namanya peraturan.Hal tersebut membuat kita menjadi tidak peduli lagi akan peraturan dan walaupun bebas, akhirnya akan menjadi kacau karena kebebasan itu digunakan bukan dengan cara yang baik.

Jadi, sebenarnya manusia itu belum sungguh - sungguh bebas.Kebebasan hanya bisa dimiliki jika manusia tersebut bisa bertanggung jawab.Pertanggung jawaban itu sulit untuk dilaksanakan karena, jika orang bisa bertanggung jawab, maka kebebasan itu akan terjadi dan tidak akan menimbulkan kekacauan.Kekacauan disini dalam arti adalah tidak melanggar peraturan.Sangat sulit sekali untuk dilakukan.Namun, beberapa orang bisa melakukan hal tersebut.

Kebebasan manusia juga tampak dalam kecemasan.Kecemasan juga menyatakan kebebasan.Dengan kecemasan ini dimaksudkan bahwa manusia ketika mengatakan " tidak " atau " ya " itu seutuhnya bergantung pada manusia itu sendiri.Keputusan kebebasan yang manusia perbuat itu, tidak bisa ditentukan diri orang lain, tetapi ditentukan diri sendiri.


Manusia dan Afektivitasnya

Yang saya dapat dari pelajaran hari ini adalah saya dapat membedakan manusia dengan tumbuhan ternyata berbeda afektivitasnya.

Afektivitas termasuk kegiatan yang kompleks.Kehidupan afektif memperlihatkan macam - macam cara yang berbeda menurut bagaimana subyek menguasai obyek.Selain itu, ada juga yang bukan perbuatan afektif.

Seperti cinta.Cinta mendahului perbuatan - perbuatan.Banyak orang yang menganggap bahwa cinta diri sendiri adalah egoisme, tetapi tidak.Awal dari mencintai orang lain adalah mencintai diri sendiri.Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing - masing.Semakin dekat dengan orang lain, semakin dekat dengan Tuhan.Dasar dalam semua manusia saling berkomunikasi.


Kamis, 25 September 2014

Sforzo

      Sforzo

Hai, kelompok kami ingin menjelaskan apa arti dari Sforzo.Sforzo artinya adalah kerja keras, dalam arti semangat yang begitu membara.Mengapa kita memilih nama ini ? Karena kami yakin dengan nama ini semangat kami akan begitu meningkat.

Nah, berikut kelompok kami :

Claudyaudy.blogspot.com
Johanawidianingsih.blogspot.com
Dessyxien.blogspot.com
Azuremermaid.blogspot.com
Rubbyapriantoni.blogspot.com

FILSAFAT MANUSIA : Jiwa dan Badan



Badan dan Jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia.
Kesatuan keduanya membentuk kebutuhan pribadi manusia.

Monisme
Aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah.

3 bentuk aliran 
1. Materialisme 
Menempatkan materi sebagai dasar segala hal yang ada (fisikalisme).
Manusia juga bersumber pada materi dan tidak pernah melampaui potensi jasmaninya,

2. Teori Identitas
Menekankal hal berbeda dari materialisme tapi mengkaui aktivitas mental manusia. Yang menjadi ciri khas manusia. 
Letak perbedaan jiwa san badan hanya pada arti bukan referensi.

3. Idealisme 
Ada hal yang tidak dapat diterangkan semata berdasarkan materi, seperti pengalaman, nilai dan makna hanya punya arti bila dihubungkan dengan sesuatu yang imaterial yaitu jiwa.

DUALISME
Badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada didalam pengertian dan objek.

4 cabang 
1. Interaksionisme
Fokus pada hubungan timbal balik antara badan dan jiwa.
Peristiwa mental menyebabkan peristiwa badani dan sebaliknya.xxxxxxxx

2. Okkasionalisme
Memasukkan dimensi ilahi dan membicarakan hubungan badan dan jiwa. 
Hubungan peristiwa mental dan fisik bisa terjadi dengan campur tangan ilahi.

3. Paralelisme 
Sistem kejadian ragawi terdapat di alam sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia.

4. Epifenomenalisme
Melihat hubungan jiwa dan badan dari fungsi syaraf.
Satu-satunya unsur untuk menyelidiki proses kejiwaan adalah syaraf.

BADAN MANUSIA
Badan adalah elemen mendasar dalam membentuk pribadi manusia. 
Pandangan tradisional badan : kumpulan berbagai entitas materi yang berbentuk mahluk.

Hakikat badan bukan pertama-tama terletak pada dimensi materialnya tapi dalam seluruh aktivitas entitas yang terjadi dalam badan. Seperti tertawa, menangis, berjalan, duduk dll.

JIWA MANUSIA
Badan manusia tidak memiliki apa tanpa jiwa. 
Pandangan tradisional jiwa : mahluk halus dan tidak bisa ditangkap indera. 
4 kemampuan dasar jiwa manusia menurut James P. Pratt 
1. Menghasilkan kualitas penginderaan.
2. Mampu menghasilkan makna yang berasal dari penginderaan khusus.
3. Mampu memberi tanggapan terhadap hasil penginderaan.
4. Mampu memberi tanggapan pada proses yang terjadi dalam pikiran demi kebaikan.

Agustinus 
Manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap tindakkannya karena dorongan dari jiwa.

Praktek moral sehari-hari adalah tanda berfungsinya jiwa dalam diri seseorang.

KESIMPULAN
Realitas manusiawi - Realitas prinsipial terbentuk dari dua elemen yaitu material dan spiritual.
Badan dan Jiwa = satu kesatuan yang membentuk eksitensi manusia.
Jiwa tidak berfungsi dengan baik kalau tidak ada badan.
Badan manusia bukan mekanistik tapi dinamika dan jiwa itu sendiri.




Sumber : Power Point ringkasan Bpk. Dr. raja Oloan Tumanggor

Selasa, 23 September 2014

Kesesatan Pemikiran

Ketika mempelajari tentang materi kesesatan pemikiran atau fallacia, saya jadi mengetahui artinya adalah kesalahan pemikiran dalam logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan karena penlaran yang tidak sehat.Selain itu juga ada kesesatan informal, yaitu menyangkut kesesatan dalam bahasa.Ada juga Amfiboli, yang artinya sesat karena struktur kalimat bercabang.Kesesatan aksen / prosodi adalah sesat karena penekanan yang salah dalam pembicaraan.Kesesatan bentuk pembicaraan adalah sesat karena orang yang menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain.Kesehatan aksiden, artinya yang aksidental dikacaukan dengan hal yang hakiki.Kesesatan karena alasan yang salah, artinya konklusi ditarik dari premis yang tak relevan.Menghindari persoalan, ada banyak jumlahnya, yaitu Argumentum ad hominem: Jangan percaya omongannya krn ia bekas narapidana.Argumentum ad populum: Anda lihat banyak ketidakadilan dan korupsi, maka Partai Nasdem adalah partai masa depan kita.Argumentum ad misericordiam: Seorg terdakwa meminta keringanan hukuman krn mengaku punya banyak tanggungan.Argumentum ad baculum: Karena beda pendapat, suka meneror org lain.Argumentum ad auctoritatem: Mengutip pendapat Freud mengenai psikoanalisa.Argumentum ad ignorantiam: Bila tidak bisa dibuktikan bahwa Tuhan itu ada, maka Tuhan tidak ada.Argumen utk keuntungan seseorang: Seorang pengusaha berjanji mau membiayai kuliah, bila mahasiswi mau dijadikan isteri.Non causa pro causa: Org sakit perut setelah menghapus sms berantai, maka dia menganggap itu sbg penyebabnya.Itulah yang saya dapat dari materi tersebut.

Etika dan Moral

Pertama - pertama, saya belajar mengenai etika.Etika itu adalah filsafat moral.Secara etimologis, Ethos berasal dari kata Yunani, yaitu watak.Sedangkan moral berasal dari kata latin, yaitu Mos ( Tunggal ) , moris ( jamak ) artinya kebiasaan.Jadi etika atau moral dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kesusilaan.Ada juga obyek material dari etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia.Perbuatan ini diartikan yang dilakukan secara bebas dan sadar.Ada juga obyek formal dari etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidak bermoral dari tingkah laku tersebut.Etika juga dibedakan menjadi dua, yaitu Etika Perangai yang menggambarkan hidup di bermasyarakat di daerah - daerah tertentu.Etika moral berkenaan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia.Apabila dilanggar, timbul kejahatan, yaitu perbuatan yang tidak baik dan tidak benar.Arti etika termasuk jumlahnya banyak.Ada Etika sebagai ilmu, Etika sebagai kode etik dan Etika sebagai sistem nilai.       Etika merupakan cabang filsafat yang mengenakan refleksi dan metode tugas manusia dalam upaya menggali nilai-nilai moral, atau menerjemahkan pelbagai nilai itu ke dalam norma-norma, lalu menerapkannya pada situasi kehidupan konkret.Tujuan belajar etika untuk menyamakan persepsi tentang penilaian perbuatan baik dan perbuatan buruk bagi setiap manusia dalam ruang dan waktu tertentu. Dalam etika deskriptif, etika membahas apa yang dipandangnya. Etika deskriptif melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas. Misalnya: adat kebiasaan, anggapan-anggapan tentang baik dan buruk, tindakan-tindakan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.Sejarah dari kesusilaan, Bagian ini timbul bila orang menerapkan metode historis dalam etika deskriptif. Yang diselidiki adalah: pendirian-pendirian mengenai baik-buruk yang manakah, norma-norma kesusilaan yang manakah yang pernah berlaku, dan cita-cita kesusilaan yang manakah yang dianut oleh bangsa-bangsa tertentu. Etika normatif tidak lagi berbicara tentang gejala-gejala, tetapi tentang apa yang seharusnya dilakukan. Dalam etika normatif, norma-norma dinilai dan sikap manusia ditentukan. Etika Profesi adalah Etika sosial yg menyangkut hubungan antar manusia dalam satu lingkup profesi dan masyarakat pengguna profesi tersebut.Ciri – ciri etika profesi secara umum, adanya pengetahuan khusus, adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi, mengabdi pada kepentingan masyarakat, ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi, dan menjadi anggota suatu profesi.Aliran dalam etika Eudemonisme: (Yunani= eu+daimon= roh atau semangat yang baik). Pandangan aliran ini menekankan bahwa kebaikan tertinggi manusia terletak pada kebahagiaan atau situasi yang secara umum baik. Hedonisme (Yunani = hedone: kenikmatan atau yang menyenangkan). Kebaikan manusia menurut kaum hedonis terletak dalam kenikmatan dan kesenangan yang menjadi tujuan hidup manusia.

Silogisme

 Ketika saya mempelajari tentang Silogisme, saya jadi mengetahui arti silogisme itu adalah suatu simpulan dimana dari dua premis disimpulkan suatu putusan yang baru.Selain itu ada juga pengertian dari silogisme kategoris.Silogisme kategoris adalah premis dan simpulannya adalah premis dan simpulannya adalah putusan kategoris.Ada juga silogisme kategoris majemuk, yang artinya bentuk silogisme yang premis - premisnya sangat lengkap, lebih dari tiga premis.Selain arti itu, terdapat juga jenis - jenisnya, seperti Epicherema adalah silogisme yang salah satu atau kedua premisnya disertai alasan.Enthymema adalah silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit.Salah satu premis atau simpulannya dilampaui, disebut juga silogisme singkat.Polisilogisme adalah deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme yang lainnya.Sorites adalah silogisme yang premisnya lebih dari dua.Putusan - putusan itu dihubungkan satu sama lain sedemikian, sebagai predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya.

Minggu, 21 September 2014

Who Am I ?

Hi, Perkenalkan nama saya Benard Agung Sembada.Saya berasal dari Universitas Tarumanagara dan saya dari fakultas Psikologi.NIM saya adalah 705140006.Saya sangat senang bergabung dengan fakultasPsikologi ini.Selain mendapat ilmu yang sangat banyak bahkan tidak terhitung lagi dan saya juga mendapatkan teman - teman yang selalu menemani dan membantu dalam hidup saya.

Kesan saya ketika memasuki kuliah adalah awalnya saya kira psikologi itu sulit.Ternyata tidak ada yang sulit jika kita mencintai sesuatu hal dan kita mendalaminya, apalagi hal itu sudah masuk ke dalam diri kita masing - masing.Rasanya sudah menjadi bagian dalam hidup saya.Saya sangat senang dengan psikologi.

Hobi saya adalah boxing.Itu adalah hobi utama saya, dan saya memiliki hobi lain terutama dalam bidang olahraga.Karena saya sangat mencintai kesehatan.Karena kesehatan adalah modal utama dan harus kita jaga hingga masa depan.

Ini adalah tugas blog filsafat saya, yang diberikan oleh dosen saya.Tugas ini, walaupun banyak, tapi kita harus berpikir positif.Bahwa tugas ini adalah tanda perhatian dosen ke mahasiswa - mahasiswi Universitas Tarumanagara.Karena kami sangat suka diperhatikan.Selain itu, tugas ini membuat kita menjadi lebih banyak pengetahuan yang bisa diperoleh.

Berikut adalah nama blog kelompok saya :

claudiaudy.blogspot.com
johanawidianingsih.blogspot.com
tasyaqurrata.blogspot.com
dessyxien.blogspot.com
azuremermaid.blogspot.com
rubbyapriantoni.blogspot.com

Sabtu, 20 September 2014

Debat Pergaulan Bebas

Dalam sesi kedua, kami mahasiswa - mahasiswi fakultas Psikologi 2014 - 2015 diberikan tugas tentang debat, yaitu "Pergaulan Bebas" yang diberikan oleh Pak Carolus.

Dalam debat ini, saya menyetujui tentang aborsi.Saya setuju, karena jumlah penduduk di negeri kita ini sudah lumayan banyak.Sehingga, kita harus memilih bibit - bibit yang berkualitas agar bangsa ini maju dan tidak tertinggal juga dengan bangsa lain.

Saya berharap bangsa ini, tidak melakukan pergaulan bebas dan setiap orang tua membatasi setiap perilaku anak, seperti dibatasi waktu dan tidak pulang larut malam, karena itu adalah salah satu inti dari pergaulan bebas.

Selain itu, pergaulan bebas bisa timbul, karena perilaku kita yang tidak bisa terkendali.Pergaulan bebas itu bisa disetujui apabila kita dapat mengendalikan dan sadar diri bahwa hal itu tidak baik buat diri kita sendiri maupun orang lain.

Demikian isi dari debat saya yang dapat saya sampaikan.

Debat Pilkada




Pada akhir sesi pertama, kami mahasiswa- mahasiswi fakultas Psikologi angkatan 2014-2015 diberi tugas tentang perdebatan mengenai “ Pilkada Langsung dan Pilkada Tidak Langsung “ oleh Pak Carolus.
 

Saya pro terhadap debat pilkada langsung, mengapa saya setuju ? Karena, pemilihan yang dilakukan oleh rakyat lebih terbukti, karena rakyat memiliki hak untuk memilih mana yang baik dan buruk, dan mana yang memiliki kerja yang lebih efisien dan tepat.Menurut saya, pilkada langsung yang dipilih oleh rakyat akan menciptakan sistem yang demokrasi , agar cita – cita demokrasi dapat terlaksana dan diwujudkan sesuai apa yang diharapkan.

Saya juga berharap, agar kedepannya nanti bisa terlaksana pilkada langsung.

Subyektivisme dan Obyektivisme



SUBYEKTIVISME DAN OBYEKTIVISME

Setelah saya diajarkan tentang Subyektivisme, saya jadi mengetahui bahwa Subyektivisme adalah Pengetahuan dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh individu. 

Pendukung pandangan ini :
       Aristoteles, Plato, Rene Descartes
       - Kaum Solipsisme (solo ipse)
       - Kaum Realisme Epistemologis
       - Kaum Idealisme Epistemologis

SUBYEKTIVISME:
       DESCARTES:
       Cogito ergo sum cogitans: saya berpikir maka saya adalah pengada yang berpikir.
       Ketika Descartes berbicara mengenai “berpikir”, ia tidak bermaksud secara eksklusif pd penalaran saja, tetapi melihat, mendengar, merasa, senang atau sakit, kehendak (seluruh kegiatan sadar) masuk dalam kegiatan “berpikir”.
Realisme Epistemologis: berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan saya dengan “apa yg lain” dari diri saya.
Idealisme Epistemologis: berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahui berakhir di dlm suatu ide, yg merupakan suatu peristiwa subyektif murni.
Obyektivisme :
Obyektivisme adalah Suatu pandangan yang menekankan bahwa butir-butir pengetahuan manusia – dari soal yang sederhana sampai teori yang kompleks – mempunyai sifat dan ciri yang melampaui (di luar) keyakinan dan kesadaran individu (pengamat).

Ada 3 pandangan dasar Objektivisme:
  1. Kebenaran itu independen terlepas dari pandang subjektif,
  2. Kebenaran itu datang dari bukti faktual,
  3. Kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi.
Pandangan ini sangat dekat dengan positivisme dan empirisme.
Ada 2 obyek, yaitu :
Obyek khusus merupakan data yang ditangkap hanya oleh satu indera. Misalnya, warna, suara, bau.
Obyek umum merupakan data yang dapat ditangkap oleh lebih dari satu indera. Misalnya keluasan dan gerakan yang dapat dilhat dan diraba atau oleh indera lainnya.
Chibi Iron Man